Tampilkan postingan dengan label Kuliahku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuliahku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Februari 2015

Agama Kristen Protestan : Alkitab (Kanon yang Mengandung Penyataan ALLAH)

Alkitab

Alkitab (Kanon yang mengandung Penyataan Allah)

Ada dua penyataan, yakni:

1. Penyataan Umum yakni Penyataan Allah kepada seluruh umat manusia tanpa membeda – bedakan suku, bangsa, bahasa bahkan agama. Lewat karya penciptaan, sejarah kehidupannya, dan juga hati nuraninya.

2. Penyataan Khusus yakni Penyataan yang diberikan oleh Allah secara khusus kepada manusia sejak manusia jatuh kedalam dosa melalui hukum torat, kesaksian nabi-nabi khususnya melalui Yesus Kristus.

Pemahaman bahwa seluruh Alkitab memiliki otoritas ilahi yang sama akan diperoleh bila seseorang mempelajari:
1. Latar belakang perikop
2. Nilai dogmatis
3. Konteks struktural yang tersedia.

   Alkitab merupakan tulisan yang diilhamkan Allah. Diilhamkan dalam 2 Timotius 3:16 berarti “dinafaskan” oleh Allah.
Alkitab terdiri dari 39 (PB) dan 27 (PL)
Kitab Surat : Paulus, Roma, Korintus, Galatia
Kitab Puisi : Mazmur, Kidung Agung.
Kitab Hukum : Hakim - Hakim


Implikasi Alkitab sebagai Kanon :
1. Alkitab berisi tulisan yang diilhamkan Allah
2. Alkitab memiliki otoritas Allah.



Sumber : Pendidikan Agama Kristen - Prof. Dr. Risnawaty Sinulingga, M.Th,  dan catatan TS.  

Bahasa Indonesia : Bentuk dan Makna Bahasa

Bentuk dan Makna Bahasa

Bentuk bahasa adalah bagian dari bahasa yang dapat diserap oleh pancaindra dengan cara mendengar dan membaca. Bentuk bahasa terbagi menjadi dua bagian yaitu unsur segmental dan unsur-unsur suprasegmental. Unsur segmental adalah segmen-segmen yang lebih kecil sedangkan unsur suprasegmental adalah bagian dari bentuk bahasa yang kehadirannya tergantung dari unsur-unsur segmental.

Unsur segmental terdiri dari wacana, kalimat, klausa, frasa, kata, morfem, suku kata, dan fonem. Unsur suprasegmental terdiri dari intonasi dan unsur-unsur bawahannya, yang kehadirannya tergantung dari segmental bahasa.

Makna adalah isi yang terkandung didalam bentuk-bentuk diatas yang menimbulkan reaksi tertentu. Reaksi itu sendiri timbul karena kita mendengar kata tertentu (makna kata atau makna leksikal), mendengar atau membaca rangkaian kata-kata yang membentuk frasa, klausa, kalimat (makna sintaksis) atau reaksi itu timbul setelah membaca sebuah wacana (makna wacana).

Penting tidaknya suatu bahasa didasari atas patokan berikut :
1. Jumlah penuturnya
2. Luas penyebarannya
3. Peranannya sebagai sarana ilmu, kesusastraan, dan ungkapan budaya lain.


Ragam Bahasa
     Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang digunakan orang-orang tertentu.

- Dialek adalah bentuk ujuaran setempat yang berbeda, yang memiliki ciri-ciri umum dan masing-masing lebih mirip sesamanya.
- Idiolek adalah sifat khas tuturan seseorang yang berbeda dengan tuturan orang lain (Suwito, 1985 : 24).
- Bahasa Prokem adalah ragam bahasa Indonesia nonstandard yang lazim digunakan di Jakarta biasa dikenali dengan bahasa gaul.
- Register adalah ragam bahasa yang sudah terdaftar sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.



Sumber : Wikipedia, Buku Bahasa Indonesia Praktis - Parlaungan Ritonga dkk dan catatan TS.

Bahasa Indonesia : Bahasa Indonesia Baku dan Non-Baku

Bahasa Indonesia Baku dan Non-Baku

Bahasa baku adalah variasi bahasa yang diterima masyarakat sebagai acuan atau model (Samin,  1994 : 14). Ragam bahasa disusun dengan tujuan agar bahasa dapat berkembang secara teratur, terarah dan terencana. Bahasa baku digunakan dalam situasi-situasi tertentu yang mengikat dan resmi, misalnya :

1. Komunikasi resmi seperti surat-menyurat resmi , undang-undang dasar, peraturan pemerintahan, berita-berita baik di televisi maupun dalam radio, dll.

2. Dalam wacana resmi seperti laporan kegiatan, lamaran pekerjaan, makalah, karya ilmiah, dll.

3. Pembicaraan didepan umum seperti pidato, ceramah, proses belajar-mengajar, rapat dinas, kuliah dan penataran.

4. Berbicara dengan orang yang dihormati seperti berbicara kepada atasan, dengan orangtua, guru, dosen, pejabat pemerintah, orangtua dan orang-orang lainnya.

Dalam perwujudannya, pemakaian bahasa baku itu tampak pada aspek/ciri-ciri berikut:
(1) ketepatan gramatika (ketatabahasaan):
     (a) ketepatan struktur kalimat; (b)ketepatan pembentukan kata;
(2) kecermatan pilihan kata:

     (a) penggunaan kata yang tepat; (b) menghindarkan unsur yang mubazir;
(3) ketepatan makna;
(4) ketepatan pemakaian/penerapan kaidah EYD.


Bahasa Non-baku

            Bahasa yang tidak resmi yang biasa digunakan dalam acara santai serta tidak resmi kepada orang terdekat atapun orang-orang sebaya.
Bahasa non-baku biasa digunakan dalam situasi seperti berikut :

1. Surat-menyurat pribadi

2. Berbicara dengan teman akrab, saat membeli jajanan di warung dll

3. Tulisan di buku harian dan catatan pribadi

4. Saat Berdoa.



Sumber : Buku Bahasa Indonesia Praktis - Parlaungan Ritonga dkk dan catatan TS.

Agama Kristen Protestan : Konsepsi Tentang Tuhan

Konsepsi Tentang Tuhan

Ciri khas sebuah agama tak terkecuali agama manapun pasti ada kepercayaan yang kuat dan melekat kepada sang kodrat Ilahi.Konsepsi mengenai Tuhan akan mempengaruhi dimensi - dimensi lain yang ada. Misalnya cara pandang dan pemikiran kita kepada Tuhan.



Pengertian dan fungsi Agama :

1. Pengertian Agama :

    - Istilah – istilah dalam agama

    - Perbedaan Ilmu Agama, Agama dan Teologia

    - Berbagai defenisi dari agama

    - Unsur – unsur yang ada dalam agama.



Istilah Agama
     Agama berasal dari bahasa sanskerta yang artinya “tidak kacau balau”;

     Agama berasal dari bahasa latin “religare” yang artinya “terikat/keterikatan”;

     Agama berasal dari bahasa semit “din” yang artinya undang – undang/hukum.

    Dari istilah – istilah diatas dapat disimpulkan bahwa Agama dapat mengikat penganutnya secara langsung ataupun tidak langsung kepada aturan/hukum yang ada dalam agama tersebut sehingga diharapkan melalui agama tersebut akan ada kehidupan yang tidak kacau balau. Dalam Agama Kristen, agama ataupun usaha manusia untuk memperoleh keselamatan bukanlah penjamin keselamatan tetapi karena Anugerah Allah yang Ia telah karuniakan kepada setiap umat manusia dan kepercayaan kepadaNya yang lebih ditekankan. Usaha dan tindakan yang dilakukan itu merupakan akibat langsung dari kepercayaan terhadap kasih karunia Allah bagi manusia.

Perbedaan Ilmu Agama dan Teologia
            Ilmu Agama melakukan peneitian terhadap semua agama - agama yang ada tanpa membeda - bedakannya, kerenanya ilmu agama hanya satu tetapi ada banyak teologia.

Teologia adalah Ilmu yang membahas satu agama dari sekian banyak agama yang ada, yaitu agama yang dipercayai.



Defenisi – Defenisi Agama :
            Walaupun tidak ada defenisi yang cukup lengkap memberikan deskripsi mengenai agama, berikut diuraikan defenisi – defenisi yang ada:

1. “Agama adalah usaha manusia secara konkret untuk keluar dari apa yang fana masuk kedalam dunia yang baka dan termasuklah segala kegiatan praktis yang dilakukannya”.

2. “Agama adalah kepercayaan yang dipersatukan dan disertai dengan takut yang sungguh – sungguh kepada Allah, dalam hal ini takut yang berbentuk rasa hormat yang tulus ikhlas kepada Allah”.

3. “Agama adalah pemujaan terhadap kekuatan gaib yang timbul dari perasaan lemah dan takut terhadap kekuatan misterius yang terdapat dalam alam sekitar manusia".

Unsur-Unsur dalam Agama

1. Unsur yang pertama dan utama adalah adanya Oknum yang dipercayai atau disembah. Oknum ini didefenisikan sebagai yang ilahi, yang berada jauh diluar manusia, yang kudus, dan memliki kekuatan gaib yang misterius;

2. Unsur yang kedua adanya pengakuan, keyakinan atau kepercayaan sebagai akibat dari unsure yang pertama;

3. Unsur yang ketiga merupakan realisasi dari unsur yang kedua. Hubungan harmonis dan kepercayaan direalisasikan dalam bentuk pemujaan atau penyembahan.

Pengertian Agama Kristen adalah Agama penyataan yang pengajaran keselamatannya didasarkan kepada pengutusan Yesus Kristus. Keselamatan itu diterima dan diperlihatkan melalui kesetiaan dan ketaatan.



Sumber : Pendidikan Agama Kristen - Prof. Dr. Risnawaty Sinulingga, M.Th,  dan catatan TS.

Bahasa Indonesia : Pengertian Bahasa

Pengertian Bahasa


Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu merupakan bahasa terpenting di Indonesia. Ini bermakna bahwa bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional, sebagai alat yang mempersatukan seluruh suku bangsa di Indonesia. Namun, masih ada beberapa alasan mengapa bahasa Indonesia menduduki tempat yang terkemuka diantara beratus-ratus bahasa nusantara yang masing-masing amat penting penuturnya sebagai bahasa Ibu.

Bahasa adalah alat komunikasi antar anggota masyarakat yang berupa lambang bunyi. Kalimat adalah gabungan kata-kata yang memiliki arti, dan Kata adalah gabungan seluruh bunyi yang memiliki arti.  Bahasa terdiri dari bahasa lisan, tulisan, dan isyarat (umumnya dihasilkan oleh alat ucap manusia). Bahasa Verbal dihasilkan oleh alat ucap manusia, sedangkan bahasa non-verbal dihasilkan dari mimik dan gesture (gerak tubuh). Bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang tepat, sesuai dengan tata bahasa, gaya bahasa baku dan sesuai dengan ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Fungsi bahasa :

1. Tujuan Praktis : Interaksi dalam hubungan sehari-hari.

2. Tujuan Artistik : sebagai pemuasan rasa estetika (keindahan). Cth: Matanya bulat seperti bola pingpong

3. Tujuan untuk mempelajari ilmu pengetahuan-pengetahuan lainnya.

4. Tujuan Filologis : untuk mempelajari naskah-naskah mengenai sejarah, kebudayaan/adat istiadat, serta perkembangan bahasa itu sendiri. Cth:  Yang dipertuan Agung, Hamba, dll

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional Republik Indonesia dan sebagai identitas Negara mempunyai fungsi khusus, yaitu :

1. Sebagai bahasa resmi : dalam situasi resmi untuk menjalankan administrasi resmi.

2. Sebagai bahasa persatuan : yaitu sebagai pemersatu bangsa

3. Sebagai bahasa kebudayaan



Penggunaan bahasa yang benar adalah penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah – kaidah bahasa yang berlaku meliputi:
1. Tata bunyi (fonologi dibagi atas dua bagian)

    Kalau dalam fonetik kita mempelajari segala macam bunyi yang dapat dihasilkan oleh alat ucap serta bagaimana tiap-tiap bunyi itu dilaksanakan, maka dalam fonemik kita mempelajari dan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan, bunyi-bunyi yang dapat mempunyi fungsi untuk membedakan arti.

2. Tata bahasa (kalimat)

    Tata bahasa kalimat-kalimat yang kita hasilkan harus dapat memenuhi syarat sebagai kalimat yang benar dan gramatikal dalam komunikasi baik lisan maupun tulis, dan kita dapat mengenali kalimat-kalimat yang dihasilkan orang lain apakah gramatikal atau tidak. Kalimat juga dilihat dari segi kelengkapan gramatikalnya ataupun makna untuk kalimat yang dapat mandiri, yang tidak terikat pada unsur lain dalam pemakaian bahasa.

3. Kosakata

    Dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kita dituntut untuk memilih dan menggunakan kosakata bahasa yang benar. Kita harus bisa membedakan antara ragam bahasa baku dan ragam bahasa tidak baku, baik tulis maupun lisan. Jika terdapat jarak antara penutur dengan lawan bicara (jika lisan) atau penulis dengan pembaca (jika ditulis), akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.

4. Ejaan

    Dalam bahasa tulis kita menemukan adanya bermacam-macam tanda (tanda baca). Keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambing-lambang bunyi-ujaran dan bagaimana inter-relasi antara lambang-lambang itu (pemisahannya, penggabungannya) dalam suatu bahasa disebut ejaan.

5. Makna

    Pemakaian bahasa yang benar berhubungan dengan ketepatan menggunakan kata yang sesuai dengan tuntutan makna. Pemakaian bahasa yang benar adalah pemakaian bahasa yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa. Kriteria pemakaian bahasa yang baik adalah ketepatan memilih ragam bahsa yang sesuai dengan kebutuhan komunikasi.



Sumber : Buku Bahasa Indonesia Praktis - Parlaungan Ritonga dkk dan catatan TS.