Bentuk dan Makna BahasaBentuk bahasa adalah bagian dari bahasa yang dapat diserap oleh pancaindra dengan cara mendengar dan membaca. Bentuk bahasa terbagi menjadi dua bagian yaitu unsur segmental dan unsur-unsur suprasegmental. Unsur segmental adalah segmen-segmen yang lebih kecil sedangkan unsur suprasegmental adalah bagian dari bentuk bahasa yang kehadirannya tergantung dari unsur-unsur segmental.
Unsur segmental terdiri dari wacana, kalimat, klausa, frasa, kata, morfem, suku kata, dan fonem. Unsur suprasegmental terdiri dari intonasi dan unsur-unsur bawahannya, yang kehadirannya tergantung dari segmental bahasa.
Makna adalah isi yang terkandung didalam bentuk-bentuk diatas yang menimbulkan reaksi tertentu. Reaksi itu sendiri timbul karena kita mendengar kata tertentu (makna kata atau makna leksikal), mendengar atau membaca rangkaian kata-kata yang membentuk frasa, klausa, kalimat (makna sintaksis) atau reaksi itu timbul setelah membaca sebuah wacana (makna wacana).
Penting tidaknya suatu bahasa didasari atas patokan berikut :
1. Jumlah penuturnya
2. Luas penyebarannya
3. Peranannya sebagai sarana ilmu, kesusastraan, dan ungkapan budaya lain.
Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang digunakan orang-orang tertentu.
- Dialek adalah bentuk ujuaran setempat yang berbeda, yang memiliki ciri-ciri umum dan masing-masing lebih mirip sesamanya.
- Idiolek adalah sifat khas tuturan seseorang yang berbeda dengan tuturan orang lain (Suwito, 1985 : 24).
- Bahasa Prokem adalah ragam bahasa Indonesia nonstandard yang lazim digunakan di Jakarta biasa dikenali dengan bahasa gaul.
- Register adalah ragam bahasa yang sudah terdaftar sesuai dengan bidang ilmu masing-masing.
Sumber : Wikipedia, Buku Bahasa Indonesia Praktis - Parlaungan Ritonga dkk dan catatan TS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar